Berastagi adalah sebuah kecamatan di kabupaten
karo, sumatera utara. berastagi merupakan kota terbesar kedua di dataran tinggi
karo setalah kabanjahe. berastagi merupakan kota wisata yang populer disumatera
utara.
Aktivitas ekonomi di Berastagi terpusat pada produksi
sayur,buah-buahan dan pariwisata. Berastagi merupakan salah satu penghasil
sayur dan buah buahan terbesar di Sumatera Utara. Bahkan sudah di ekspor ke Singapura dan Malaysia. Etnis yang dominan di daerah ini adalah Suku Karo,dan berkomunikasi dengan Bahasa Karo dialek gugung.
Banyak
tempat objek wisata yang bisa dikunjungi ketika sedang berada diberastagi,
seperti :
·
Danau Lau Kawar, terletak di kaki Gunung Sinabung
·
Bukit Kubu Berastagi
Selain dari tempat wisata
yang banyak dapat dikunjungi, diberastagi juga kita dapat menemukan berbagai
macam dan rasa pada kuliner masakan khas suku karo, banyak berbagai macam
makanan yang rasa nya sangat lezat. Salah satu ya adalah masakan tasak telu.
Tasak Telu adalah
masakan khas Suku Karo dari Sumatera Utara dengan bahan dasar daging ayam kampung yang dicampur dengan darah ayam.
Kadang-kadang darah ayam juga dapat digantikan dengan menggunakan hati ayam dan
rempela.
Tasak telu
termasuk hidangan yang istimewa karena pasti disajikan di upacara adat. Sebut
saja perayaan Merdang Merdem atau Kerja Tahun saat Suku Karo mengadakan hajatan
selama satu minggu penuh sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya musim tanam
padi. Kegiatan adat ini biasanya dirayakan bersama oleh semua kampung di
Kabupaten Karo.
Tasak Telu juga sering disebut sebagai
masakan khas Karo yang berarti "masak tiga" atau "tiga
masakan", yaitu masakan yang terdiri dari masakan ayam rebus yang dicampur
dengan darah ayam, daun singkong, dan kelapa parut. Sementara air rebusan daging ayam biasa
juga disajikan sebagai kuah atau sup.
Kunci dari Tasak Telu adalah getahnya. Ia terbuat dari darah ayam, asam jawa, cabai, bawang dan garam. Namun Tasak Telu juga bisa disajikan tanpa darah ayam jika penganut kepercayaan tertentu
Kunci dari Tasak Telu adalah getahnya. Ia terbuat dari darah ayam, asam jawa, cabai, bawang dan garam. Namun Tasak Telu juga bisa disajikan tanpa darah ayam jika penganut kepercayaan tertentu
Berikut ini bahan dan langkah-langkah untuk
memasak makanan tasak telu.
Bahan:
1. Ayam kampung 1 ekor (±1 ½ kg).
2. Getah (darah ayam yg ditampung dalam
mangkok dicampur air jeruk nipis).
3. Jeruk nipis 2 buah.
4. Kelapa 1 buah (diparut manual).
5. Cabe ½ ons (sesuai selera).
6. Bawang merah 3 siung.
7. Tuba (andeliman) ½ ons.
8. Garam secukupnya.
9. Asam patikala 3 buah.
10. Daun ubi.
CARA MEMBUAT :
1. Ayam dipotong 8 bagian.
2. Daging dibagian paha dipisah dengan tulang
untuk dipanggang.
3. Ayam yang sudah dipotong direbus (seperti
membuat sop).
4. Daging yang sudah dipisah dipanggang.
5. Daun ubi direbus sampai matang.
CARA MEMBUAT GETAH:
1. Bumbu cabe,bawang,tuba,garam digiling
halus dimasukkan ke dalam darah.
2. Darah dimasak diaduk-aduk sampai matang.
3. Asam Patikala dihancurkan lalu dimasukkan
ke dalam darah yang dimasak.
Setelah semua matang,daging
yang direbus, daging yang dipanggang dan daun ubi di iris-iris lalu dicincang
bersama kelapa kemudian diaduk dengan getah sampai rata, dan siap untuk
disajikan.
Sajian kuliner khas suatu daerah memang biasanya tidak terlepas dari
adat dan budaya. Terasa istimewa jika tidak hanya sekedar berwisata kuliner
namun juga memahami makna dibalik suatu hidangan. Meski demikian saat ini terdapat beberapa
rumah makan khas Karo yang terdapat di Kabanjahe, Berastagi, dan juga Medan
yang menyediakan tasak telu bagi para penjelajah kuliner. Nah ini baru salah
satu makanan khas karo yang dapat ditemukan diberastagi, ada banyak jenis
makanan khas karo yg sangat lezat bisa kita nikmati seperti cimpa, lemang,
trites, lomok-lomok dan lain sebagai nya.
Bagi para traveler yang suka menjelajah makanan disuatu daerah jika
datang keberastagi jangan lupa untuk mencoba makanan khas karo tasak telu
terlebih dahulu. Dijamin rasa nya sangat enak dan nagih dilidah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar